Postingan

Menampilkan postingan dengan label wacana

Contextual Teaching Learning

BAB I PENDAHULUAN Dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya pada tingkat SLTP, Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Dirjen Dikdasmen, Departemen Pendidikan Nasional menjalin kerjasama dalam Indonesia Teacher Training Project dengan College of Education University of Washington melahirkan suatu model pembelajaran yaitu Contextual Teaching and Learning (CTL). CTL adalah suatu proses pembelajaran berupa learner-centered and learning in context. Konteks adalah sebuah keadaan yang mempengaruhi kehidupan siswa dalam pembelajarannya. CTL adalah suatu proses pembelajaranyang meliputi relating, experiencing, applying, cooperating, dan transfering. Tujuan yang ingin dicapai adalah: (1) meningkatkan hasil pembelajaran siswa, (2) penyusunan materi pelajaran yang praktis dan sesuai dengan kehidupan di Indonesia dan konteks sekolah. pembelajaran yang berbasis CTL berkaitan dengan prinsip-prinsip inquiry, constructivism, learning community, questioning, authentic assessment, reflection,...
BAB I PEMBAHASAN A. SEKILAS TENTANG PESANTREN Kelahiran pondok pesantren di tanah air, tidak dapat dipisahkan dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Kehadiran Pondok Pesantren sampai saat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat Islam. Pada awal berdirinya, pondok pesantren umumnya sangat sederhana. Sistem yang lazim digunakan dalam proses pembelajaran adalah wetonan, sorogan dan bandongan. Akan tetapi, sejak 1970-an bersamaan dengan program modernisasi pondok pesantren, banyak Pondok Pesantren mulai membuka diri untuk mempelajari pelajaran umum. Yang Pada mulanya, tujuan utama pondok pesantren adalah menyiapkan santri untuk mendalami ilmu pengetahuan “agama” (tafaqqul fi al-din) seperti pelajaran Fiqih,Tauhid,Nahwu Shorrof ( gramatika arab ), Tafsir,dll. Tapi pada perkembangan berikutnya,pondok pesantren juga mulai mengenalkan dan mengajari santrinya pelajaran “umum”, seperti Biologi,Fisika,Matematika,Bahasa Indonesia,Bahasa Inggris,Komputer,dll. Dewasa ini, pertumbuhan dan...
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup untuk memelihara dirinya sendirinya yang sesuai dengan taraf kehidupan kelompoknya dan juga tidak mampu untuk memanfaatkan tenaga mental maupn fisiknya dalam kelempok tersebut. Menurut sejarah keadaan kaya dan miskin berdampingan tidak merupakan problema sosial sampai saat nya perdagangan berkembang pesat dan timbul nya nilai nilai social yang baru dengan berkembang nya perdagangan ke seluruh dunia dan di terapkannya taraf kehidupan tertentu sebagai suatu kebiasaan masyarakat. Kemiskinan muncul sebagai problema social,pada waktu itu orang sadar akan kedudukan ekonominya sehingga mereka mampu mengatakan apakah dirinya miskin atau kaya…? Kemiskinan di anggap sebagi problema social apabila perbedaan kedudukan ekonomi dan warga masyarakat di tetapkan secara tegas. Pada masyarakat yang masih sederhana susunansusunana dan organisasinya kemiskinan bukan merupakan problema soc...
BAB I PENGERTIAN DAN ESENSI TEKNOLOGI PENDIDIKAN A. Aplikasi Teknologi Pendidikan aplikasi teknologi pendidikan sangat relevan bagi pengelolaan pendidikan pada umumnya dan kegiatan belajar mengajar pada khususnya. Pertama, teknologi pendidikan memungkinkan adanya perubahan kurikulum, baik strategi, pengembangan maupun aplikasinya. Kedua, teknologi pendidikan menghilangkan, kalaupun tidak secara keseluruhan, pola pengajaran tradisional. Ketiga, teknologi pendidikan membuat pengertian kegiatan belajar menjadi lebih luas, lebih dari hanya sekedar interaksi guru murid di dalam ruang dan waktu yang sangat terbatas. Keempat, aplikasi teknologi pendidikan dapat membuat peranan guru berkurang, meskipun teknologi pendidikan tidak mampu menggantikan guru secara penuh B. Pengertian Teknologi Pendidikan Dan Esensinya Istilah teknologi pendidikan (educational technology) atau teknologi pengajaran secara umum dapat diartikan sebagai penerapan tekhnologi, khususnya tekhnologi komunikasi untuk k...